Tips Agar Hasil Training Kamu Tidak Sia-sia!

Tips Agar Hasil Training Kamu Tidak Sia-sia!

“Males ah..ikutan training, semangatnya cuma 2 hari, setelah itu hilang”

Komentar diatas mungkin mewakili komentar banyak orang ketika diajak mengikuti seminar/workshop/training, baik yang sifatnya internal maupun eksternal. Ada semacam “Trauma”, bahwa kegiatan yang akan mereka ikuti akan menjadi kesia-sian belaka.

Bukannya tidak menganggap penting, tetapi ya itu tadi, kekhawatiran bahwa kebanyakan training tidak memberikan efek yang jangka panjang terhadap perubahan positif yang ingin didapatkan. Anda pernah mengalami? Atau tim Anda merasakan hal yang sama?

Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut. Misalnya model training, pengkondisian peserta, kebutuhan akan training dll. Nah, dengan tidak mengabaikan faktor-faktor tersebut, saya ingin memfokuskan pada satu tahapan penting yang bisa membuat training kita tidak menjadi sia- sia. Apa itu? RTL!

RTL atau Rencana Tindak Lanjut merupakan tahapan akhir training atau workshop, yang dilakukan guna memastikan peserta mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, teori dan praktek dalam training ke dalam aktivitas kerja sebenarnya. Tidak hanya itu, hasil kinerja yang lebih baik juga akan menjadi ukuran berhasil tidaknya training dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.

Nah, kira-kira apa saja isi dari RTL ini. Yuk kita cek satu persatu :
1. Peserta harus memastikan APA yang akan mereka perbaiki, laksanakan atau sempurnakan (merujuk pada big plan organisasi atau perusahaan)
2. Kemudian menggali secara mendalam MENGAPA hal-hal tersebut yang menjadi prioritas
3. Pastikan KAPAN rencana tersebut dikerjakan dan diselesaikan
4. Pilih SIAPA orang- orang yang tepat tuk melaksanakan rencana tersebut
5. dan BAGAIMANA cara mengerjakannya secara efektif dan efisien Isi rencana diatas didiskusikan oleh peserta dalam lingkup bidang kerja atau wewenang masing-masing.

Dalam sesi RTL ini, ide-ide, analisa, diskusi yang membangun diharapkan muncul guna menjadikan rencana yang telah dibuat semakin baik. Bukan hanya “sekedar” merancang seadanya, tapi dengan sebaik-baiknya. RTL yang telah jadi, akan menjadi pedoman tim atau karyawan dalam bekerja. Semakin detail semakin baik dan semakin mudah untuk dikerjakan.

Komitmen yang kuat atas pelaksanaan harus dimiliki tim, agar rencana tersebut tidak hanya menjadi tulisan diatas kertas saja, namun mewujud ke dunia nyata. Evaluasi berkala menjadi kunci untuk mengukur pelaksanaan RTL tersebut. Akhirnya, RTL menjadi sebuah keniscayaan agar training dan workshop yang kita laksanakan tidak SIA-SIA. Jangan pulang dari training tanpa RTL, karena jika itu terjadi TAMATLAH training kita :). Semoga bisnis Anda terus berkembang, terus bermanfaat. @aji

Leave a Comment